Teori belajar behaviorisme merupakan teori perkembangan perilaku, dan dalam prakteknya bisa dipukul, diamati serta dihasilkan dari respons pelajar terhadap apa yang menjadi rangsangan. Tanggapan yang merupakan hasil rangsangan bisa semakin diperkuat dengan feedback positif maupun negatif terhadap kondisi tertentu.

Ciri serta teori belajar behaviorisme lebih mengutamakan unsur kecil yang bersifat mekanis, penekanan peran lingkungan, menekankan pembentukan respon atau reaksi, mementingkan latihan, mekanisme hasil belajar, serta mementingkan kemampuan serta hasil belajar yang didapatkan dengan munculnya perilaku sesuai dengan yang diinginkan.

Terdapat sejumlah tokoh teori pembelajaran behaviorisme. Beberapa nama yang cukup terkenal diantaranya Thorndike, Watson, Clark Hull, dan masih banyak lagi. Berikut ini adalah pendapat yang mereka kemukakan mengenai teori belajar behaviorisme.

Penjelasan Teori Belajar Thorndike
Menurut Thorndike, belajar merupakan sebuah proses interaksi yang terjadi antara stimulus dan respons. Stimulus merupakan hal yang merangsang terjadinya pembelajaran misalnya perasaan, pikiran, maupun hal lainnya yang bisa ditangkap lewat panca indra. Respons merupakan reaksi yang diperlihatkan oleh para peserta didik saat belajar, yang juga bisa berupa perasaan, pikiran, maupun tindakan.

Jadi, perubahan perilaku akibat kegiatan belajar bisa konkrit maupun tidak konkrit. Meskipun teori behaviorisme berfokus pada pengukuran, namun tidak bisa dijelaskan pula bagaimana caranya mengukur perilaku yang tidak bisa diamati secara kasat mata. Teori Thorndike ini juga dikenal dengan teori koneksionisme (Slavin,2000).

Penjelasan Teori Belajar Menurut Watson
Watson memberikan definisi belajar yaitu sebagai proses interaksi stimulus dan respons. Akan tetapi, stimulus dan respons di sini harus bisa diamati serta dapat diukur. Jadi, meskipun Watson mengakui terdapat perubahan perubahan mental pada diri seseorang selama proses pembelajaran, namun faktor ini dianggap sebagai suatu hal yang tidak perlu dipertimbangkan karena tidak bisa diamati.

Watson sendiri merupakan seorang behavioris murni. Kajiannya mengenai pembelajaran disejajarkan dengan ilmu lainnya misalnya biologi atau fisika. Ini sangat berorientasi dalam pengalaman empirik, yaitu sejauh mana objek bisa diamati serta diukur.

Penjelasan Teori Belajar Clark Hull
Clark Hull juga memakai respons dan stimulus dalam menjelaskan apa pengertian belajar. Akan tetapi, dia sangat dipengaruhi oleh teori evolusi dari Charles Darwin. Menurutnya, segala perilaku bermanfaat untuk menjaga makhluk tetap bertahan hidup.

Dia berpendapat bahwa kebutuhan biologis dan pemuasannya amat penting dan menempati posisi sentral dalam kehidupan. Sehingga, stimulus saat proses belajar hampir selalu dihubungkan kebutuhan biologis, walau respons yang terjadi bermacam.

Aplikasi Teori Behaviorisme
Aplikasi teori behaviorisme juga ditentukan oleh beberapa hal seperti tujuan pembelajaran, sifat materi, karakteristik pelajar, media serta fasilitas. Proses belajar pada teori behaviorisme melihat bahwa pengetahuan sifatnya objektif, tetap, pasti, serta tidak berubah.

Pengetahuan sudah tersusun rapi, dan belajar merupakan hasil yang didapatkan dari pengetahuan. Sedangkan mengajar, merupakan proses transfer of knowledge kepada seseorang yang belajar. Fungsi pikiran untuk menjiplak struktur pengetahuan yang telah terjadi dengan berpikir dan analisa sehingga makna yang merupakan hasil berpikir tersebut ditentukan karakteristik pengetahuannya.

Para pembelajar diharapkan akan punya pemahaman sama terhadap pengetahuan yang diajarkan kepadanya. Artinya, apa yang dipahami oleh seorang pengajar atau guru maka itulah yang sebaiknya harus dipahami oleh muridnya.

Teori belajar behaviorisme cocok diaplikasikan untuk kemampuan yang membutuhkan praktek dan pembiasaan. Contohnya, kecepatan, kelenturan, spontanitas, daya tahan dan lain-lain. Teori ini juga cocok diaplikasikan dalam melatih anak yang yang cenderung butuh dominasi peranan orang dewasa, suka mengulang dan perlu pembiasaan. Contohnya seperti percakapan bahasa asing, menari, mengetik, olahraga, dan sebagainya. (Yuli)