Bang Rusman – Di dalam sebuah negara demokrasi, setiap masyarakat boleh melakukan partisipasi di lingkungannya, termasuk lingkungan sekolah. Hal ini memungkinkan setiap warga negara boleh melakukan haknya dalam kegiatan berpolitik secara baik.

Menurut buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan yang diterbitkan oleh Kemendikbud pada tahun 2016, partisipasi politik merupakan suatu kegiatan yang dilakukan oleh setiap warga negara. Baik itu dilakukan secara individu atau berkelompok, maupun atas keinginan sendiri atau dorongan dari berbagai pihak.

Tujuan dari partisipasi politik ini adalah untuk membuat keputusan politik yang dilakukan pemerintah, sehingga memiliki keuntungan untuk berbagai pihak. Jika kamu masih berstatus sebagai pelajar, maka partisipasi politik bisa dilakukan di lingkungan sekolah.

Nah, beberapa partisipasi politik yang bisa dilakukan di lingkungan sekolah akan dijelaskan pada uraian berikut.

Beberapa Contoh Partisipasi Politik yang Bisa Dilakukan di Lingkungan Sekolah
Partisipasi politik bisa dilakukan pada tingkatan pasif sampai aktif. Hal ini membuktikan bahwa bentuk partisipasi politik, bisa dilakukan dalam berbagai hal. Meskipun begitu, partisipasi yang dilakukan harus tetap mengacu pada norma atau aturan yang berlaku di lingkungan itu sendiri.

Bentuk partisipasi politik sudah diterapkan bahkan sejak dini, yaitu pada lingkungan sekolah. Para siswa atau pelajar di suatu lembaga pendidikan bisa menunjukkan bentuk partisipasi politik pada organisasi yang mereka ikuti.

Contohnya, di berbagai sekolah, kamu pasti pernah mendengar suatu organisasi yang keberadaannya mirip dengan lembaga eksekutif dan legislatif. Organisasi itu bernama OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) dan MPK (Majelis Perwakilan Kelas).

Dalam hal ini, OSIS akan bertindak sebagai lembaga eksekutif dengan berbagai agenda yang mesti dilakukan oleh para siswa di sekolah. Sementara MPK merupakan lembaga legislatif yang memiliki peranan untuk mengoreksi kinerja yang telah dilakukan oleh OSIS, jika terjadi penyimpangan atau hal lainnya.

2 Contoh Partisipasi Politik yang Bisa Dilakukan di Lingkungan Sekolah
Adapun beberapa contoh dari partisipasi politik yang dilakukan di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut.

  1. Pemungutan Suara dalam Organisasi
    Contoh partisipasi politik yang sering dilakukan di sekolah ada melakukan pemungutan suara dalam organisasi. Hal ini biasanya dilakukan ketika hendak memilih para anggota organisasi untuk menjadi orang yang akan mengurus organisasi tersebut.
    Setiap anggota organisasi diberikan kebebasan untuk memilih calon ketua, wakil serta jabatan lain di dalam organisasi. Jika semuanya sudah memilih, maka pencatatan dari hasil pemungutan suara akan diumumkan. Sehingga, orang-orang yang terpilih merupakan hasil dari pemilihan anggotanya sendiri.
  2. Penyampaian Aspirasi oleh Para Siswa
    Di sekolah, para siswa diberikan kebebasan untuk menyampaikan aspirasi yang mereka miliki. Biasanya, terdapat kotak surat yang khusus digunakan untuk pengumpulan aspirasi tersebut. Setelah itu, para anggota OSIS akan mengumpulkan seluruh aspirasi di dalam kotak surat dan membacanya satu persatu.

Aspirasi ini bertujuan untuk memperbaiki sistem yang ada di sekolah. Sehingga, diharapkan bisa lebih baik dari sebelumnya. Tak hanya itu, setiap orang yang memiliki tanggung jawab dalam suatu organisasi harus melaksanakan semua tugasnya dengan baik. Hal ini termasuk dalam bentuk aspirasi siswa dalam mengimplementasikan ilmu politik di sekolah.

Itulah beberapa contoh partisipasi para siswa terkait implementasinya di lingkungan sekolah. Sadar atau tidak disadari, ilmu politik juga sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, lho. Misalnya, kamu harus bersikap adil, tidak curang saat melakukan hal apapun, dan masih banyak lagi. (yuli)