Beasiswa Kaltim Tuntas (BKT) sudah masuk dalam tahap penyusunan ranking yang dilakukan secara komputerisasi hingga 1 Juni mendatang.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Yaqub berharap agar Badan Pengelola BKT lebih selektif agar manfaat beasiswa tersebut bisa adil dan dirasakan oleh seluruh masyarakat Kalimantan Timur.

“Jangan yang sudah pernah dapat beasiswa lain dikasih lagi. Jadi betul-betul diperuntukan bagi yang belum pernah dapat beasiswa dari manapun,” ucapnya berharap.

Lebih lanjut, Rusman Yaqub mengatakan, selain fokus kepada anak-anak berkebutuhan khusus, korban terdampak KDRT, dan pelecehan, diharapkan guru yang bersifat pendidikan keahlian seperti SMK harus mendapatkan beasiswa.

“Karena kalau mengharapkan dari peningkatakan kompetensi guru sangat terbatas. Sedangkan guru-guru tersebut perlu mengupgrade keterampilannya. Contoh guru otomotif, itu sangat perlu mengupgrade pengetahuan tapi tidak memiliki biaya,” ucapnya.

Terkait hal tersebut, Kepala BP-BKT Iman Hidayat menuturkan bahwa untuk pendaftar Beasiswa Umum, terkhusus guru pihaknya memang akan memprioritaskan guru produktif.

“Kita akan pilih guru produktif yang sesuai dengan kebutuhan Kaltim. Namun saat ini kita masih mengevaluasi,” ucap Iman Hidayat kepada TribunKaltim.co saat dikonfirmasi, Rabu (26/5/2021).

Sebelumnya, Iman Hidayat juga sudah mengkonfirmasi jumlah pendaftar yang masuk sebanyak 112 ribu orang, di antaranya 27 ribu mahasiswa dan 85 adalah pelajar dan guru.

“Setelah perankingan, baru kita verifikasi berkas dan nanti akhir Juni kita verifikasi faktualnya. Oleh sebab itu, kita harapkan seluruh masyarakat bisa bersabar menunggu pengumumannya,” ucap Iman Hidayat.

Sumber tribunnews.com