Bang Rusman – Anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub meminta Pemprov Kaltim dalam hal ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim untuk menaati putusan yang telah dijatuhkan Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Samarinda terkait dikabulkannya gugatan dari orang tua (Ortu) siswa SMAN 10 yang dilayangkan kepada Disdikbud Kaltim.

“Apa yang telah diputuskan, seyogyanya harus diterima. Pemerintah harus taat hukum,” kata Rusman, Rabu (25/5/2022) saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Disdikbud Kaltim di gedung DPRD Kaltim.

Dikatakannya, Hakim PTUN Samarinda dalam memutuskan perkara itu tentu ada pertimbangan sendiri, karenanya harusnya ditaati sehingga tidak terus menimbulkan polemik dan akhirnya menjadi konflik tak berkesudahan.

Seperti diketahui, para orang tua (Ortu) siswa SMAN 10 menolak tiga surat yang dilayangkan Kepala Disdikbud Kaltim terkait pemindahan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dari kampus Melati di Samarinda Seberang ke Jalan Perjuangan. Ortu pun melayangkan gugatan ke PTUN Samarinda.

Ketiga surat yang ditolak itu adalah Surat Disdikbud Kaltim No: 421/5099/Disdikbud-Ia/2021, Perihal KBM SMAN 10 Samarinda Kampus A. Surat diterbitkan oleh tergugat pada tanggal 13 Juli 2021.

Kemudian surat No: 421/5347/Disdikbud-Ia/2021, Perihal Pemindahan KBM SMAN 10 Samarinda Kampus A diterbitkan oleh tergugat pada tanggal 29 Juli 2021.

Dan Surat No: 421/7753/Disdikbud-Ia/2021, Perihal Pemindahan Urusan Administrasi dan KBM diterbitkan oleh tergugat pada tanggal 14 September 2021.

Sumber busam.id