Pembagian atas harta warisan memang lebih sering menimbulkan konflik antar saudara, bahkan dalam sebuah keluarga. Agar hal ini tidak menjadi sebuah masalah di kemudian hari, maka tidak ada salahnya jika Anda menggunakan hokum Islam untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, terlebih bagi Anda yang beragama Islam.

Jika dilihat dari buku berjudul “Pembagian Warisan Menurut Islam” karangan Muhammad Ali Ash- Shabuni ini, dijelaskan jika setidaknya ada enam macam jumlah pembagian warisan yang terdapat pada Al- Qur’an. Diantaranya adalah setengah, seperempat, seperdelapan, dua per tiga bagian, sepertiga bagian, dan seperenam bagian dari harta warisan yang dibagikan.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini akan dijabarkan terkait bagaimana baiknya proses pembagian warisan dalam hukum Islam.

1. Setengah

Untuk mendapatkan harta warisan dengan jumlah setengahnya, maka akan ada lima orang yang berhak menerima. Satu dari kelompok laki-laki, dan keempatnya perempuan. Kelima orang ini akan disebut dengan ashhabul furudh.

Dimana kelima orang tersebut meliputi suami, anak perempuan, cucu perempuan dari keturunan anak laki-lakinya, saudara kandung perempuan, dan saudara perempuan yang sedarah atau seayah.

2. Seperempat

Seseorang yang berhak mendapatkan seperempat dari harta peninggalan atau harta warisan dalam kategori ini ada dua orang, yakni suami dan istri saja.

3. Seperdelapan

Dari sederetan para ahhabul furudh yang telah disebutkan sebelumnya dan yang berhak menerima warisan, maka untuk jumlah seperdelapan ini akan diberikan hanya kepada satu pihak saja, yakni sang istri.

Istri disini akan menerima seperdelapan dari harta suami. Asal dengan catatan apabila sang suami tersebut memiliki anak maupun cucu, yang lahir dari rahim istrinya tersebut maupun rahim dari istri yang lain.

4. Dua per Tiga

Untuk ahli waris yang berhak mendapatkan dua per tiga dari harta warisan tersebut terdiri dari empat orang anggota, dan semuanya adalah wanita. Diantaranya adalah anak kandung berjumlah dua atau lebih, cucu perempuan dari keturunan anak laki-lakinya berjumlah dua atau lebih juga.

Selain itu, dari saudara kandung perempuan berjumlah dua atau lebih, dan saudara perempuan yang se-ayah dengan jumlah dua atau lebih juga.

5. Sepertiga

Untuk mendapatkan harta warisan sebesar sepertiga diambil dari kelompok ashhabul furudh yakni ibu dan dua saudara, baik berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan yang masih satu ibu.

6. Seperempat

Agama Islam juga mengatur kelompok orang yang memang menerima seperempat warisan ini dengan baik dan terarah. Untuk mendapatkan seperempat warisan ini ada tujuh orang. Diantaranya adalah ayah, kakek yang merupakan bapak dari sang ayah, ibu, cucu perempuan dari keturunan anak laki-laki, saudara perempuan yang se-ayah, nenek kandung, saudara laki-laki dan saudara perempuan yang masih satu ibu.

Namun, ada sejumlah hal yang tentunya bisa menyebabkan hak waris seseorang gugur. Berikut ini akan diberikan penjelasannya untuk Anda.

Berstatus Budak

Dalam Islam, seseorang yang memiliki status budak tidak akan memiliki hak untuk mewariskan hartanya, sekalipun seseorang tersebut merupakan saudara kandung. Sebab, apa yang dimiliki oleh seorang budak secara langsung akan menjadi milik tuannya.

Terjadinya Pembunuhan

Jika ahli waris telah membunuh pewarisnya sendiri, maka ahli waris tersebut tidak berhak untuk mendapatkan warisan sepeser pun.

Perbedaan Agama

Dalam Islam, seorang muslim tidak akan bisa mewariskan harta maupun diwarisi harta oleh orang yang non muslim.

Demikianlah penjelasan singkat terkait dengan cara membagi harta warisan dalam Islam. Semoga bermanfaat! (yuli)