Perkembangan ekonomi global sekarang ini memang banyak memberikan perhatian pada sektor ekonomi lokal yang tentunya tidak boleh disia-siakan. Para pelaku ekonomi lokal di Indonesia juga harus memanfaatkan kesempatan ini. Akan tetapi, disadari juga bahwa ekonomi kreatif merupakan pilar yang bisa mendongkrak perekonomian indonesia juga memiliki tantangan besar.

Di tengah perkembangan ekonomi global yang sangat pesat sekarang, industri lokal Indonesia harus semakin berpikir cerdas dan menggali kreativitasnya dan melakukan inovasi. Segala upaya harus dilakukan agar bisa bersaing pada perkembangan ekonomi global.

Tantangan Industri Lokal Di Tengah Pesatnya Ekonomi Global

Para pebisnis lokal memang harus mampu beradaptasi terhadap perkembangan global yang menghadapi segala tantangannya. Ada sejumlah tantangan yang akan dihadapi diantaranya sebagai berikut:

  • Bermunculan Pesaing Dari Mancanegara

Tantangan pertama yang akan dihadapi yaitu semakin banyaknya para pesaing dari mancanegara. SDM asing dengan bebas bisa masuk ke Indonesia karena memang adanya globalisasi dan pasar bebas. Persaingan ini tidak hanya melihat dari harga dan kualitas saja, akan tetapi juga mengarah pada persaingan inovasi, teknologi, kreativitas serta imajinasi.

  • Infiltrasi Budaya Luar Negeri

Dengan globalisasi, budaya asing bisa masuk ke Indonesia dan tidak akan bisa dicegah. Salah satu dampaknya terhadap pelaku usaha lokal adalah pemakaian produk yang juga terpengaruh oleh budaya asing tersebut. Produk lokal harus bisa mengimbangi banjirnya produk barat yang masuk bersama budaya tersebut. Kreativitas dan inovasi harus terus dikembangkan.

  • Apresiasi Masyarakat Masih Rendah

Salah satu juga yang menghambat perkembangan produk lokal adalah apresiasi masyarakat yang masih rendah. Idealisme dalam membeli produk memang harus ditanamkan, agar cinta produk lokal meskipun dengan harga yang mungkin ada sedikit selisih. Namun, ternyata pandangan masyarakat masih melihat bahwa harga termurah yang dicari, tanpa melihat asalnya dari luar negeri dan dimiliki pebisnis besar.

  • Bahan Baku

Tantangan bagi ekonomi lokal, juga dalam hal bahan baku. Pelaku usaha dalam negeri misalnya yang bergerak dalam industri kreatif, harus dapat membuat karya out of the box. Ide dan gagasan harus terus bermunculan dalam menciptakan ketertarikan masyarakat terhadap produk yang ditawarkan. Ketersediaan bahan baku juga kerap kali menjadi hambatan industri lokal karena karena harga yang tidak stabil.

  • Kurangnya Penguasaan Teknologi

Jika ingin semakin maju di era revolusi industri 5.0, mau tidak mau pelaku bisnis lokal juga harus memahami teknologi dan penggunaannya. Cara konvensional dalam pemasaran harus semakin dikembangkan. Penawaran produk di marketplace berskala lokal dan global, membuat situs bisnis, atau bekerja dengan influencer, bisa semakin memperluas pasar supaya bisa berskala nasional bahkan global.

  • Kurangnya Kolaborasi

Untuk bisa bersaing dalam skala global, tidak bisa dilakukan hanya sendiri saja. Pelaku usaha lokal harus bekerja sama satu sama lain. Disamping itu, peran pemerintah baik itu pemerintah daerah maupun pusat harus hadir membantu para pebisnis lokal dalam mengenalkan produknya ke mancanegara. Misalnya, dalam penyediaan bantuan modal dan ekspor.

Tantangan ekonomi global sekarang ini memang mau tidak mau harus dihadapi oleh para pebisnis lokal. Jika bersikap pasif tanpa mempersiapkan masuknya berbagai produk mancanegara, bukan tidak mungkin akan membuat pebisnis lokal terpuruk. Peningkatan kapasitas dan kreativitas harus dilakukan. Dukungan dari pemerintah juga harus ada, supaya produk dalam negeri bangkit. Hal kecil yang bisa kita lakukan, adalah memakai produk dalam negeri dalam keseharian. (yuli)