Pembelajaran tatap muka (PTM) untuk tingkat SMA sederajat di Kaltim tampaknya belum ada titik terang. Gubernur Kaltim, Isran Noor belum mengizinkan PTM kembali digelar. Dikonfirmasi awak media, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Anwar Sanusi membenarkan hal tersebut.

“Belum, karena Pak Gubernur belum mengizinkan. Kedua, siswa dan guru dengan batas ketentuan persentase 70 persen itu belum terpenuhi. Tapi kan ada kabupaten kota yang sudah terpenuhi ya. Namun, murid dari jumlah sekitar 150 ribu lebih itu baru 26 ribu. Belum terpenuhi syarat vaksinasinya,” ungkap Anwar, Sabtu (9/10/2021) melalui sambungan telepon.

Sehingga, sejauh ini siswa SMA di Kaltim masih melakukan pembelajaran secara daring. Jika nantinya ada informasi terbaru, pihaknya akan langsung memberitahu. Perihal cakupan vaksinasi guru dan siswa SMA cukup menjadi PR. Anwar mengaku, dirinya sudah pernah mengajukan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim. Bahkan ke pihak lainnya seperti TNI-Polri hingga BIN.

“Memang semua pihak ada membantu untuk proses vaksinasi. Mengajukan ke Dinkes Kaltim sudah dari lama, tapi memang ketersediaan vaksinnya yang tidak ada,” lanjutnya.

Cakupan vaksinasi siswa dan guru antar daerah di Kaltim cukup bervariasi. Ada yang 100 persen, 70 persen, hingga masih di angka 25 persen. Masing-masing kabupaten kota berbeda.

Terpisah, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub juga memberikan tanggapannya terkait kejelasan PTM di tingkat SMA sederajat. Politisi dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menjelaskan bahwa Isran Noor pasti mempunyai perhitungan dan pertimbangan yang matang untuk membuka sekolah dan melaksanakan PTM.

“Pasti ada pertimbangan matangnya kenapa sampai sekarang beliau (Isran Noor) belum beri izin pelaksanaan PTM untuk SMA sederajat. Kami tunggu saja,” beber Rusman.

Sembari menunggu, pihaknya terus mengingatkan Pemprov Kaltim agar tak terlalu lama untuk mengambil keputusan. Dia menegaskan, jika terlalu lama maka akan memberi dampak terhadap learning loss para siswa dalam jangka panjang.

“Kami juga tidak mau sampai terjadi kehilangan generasi anak bangsa,” tutup Rusman.

Sumber kaltimtoday.co