Bang Rusman – Pengurus DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) untuk seluruh anak cabang di 18 kecamatan di Kukar.

Musancab tersebut dilaksanakan di Sekretariat DPC PPP Kukar yang ada di Tenggarong pada Rabu (30/3/2022).

Ketua DPC PPP Kukar, Praptomo mengatakan, Musancab tersebut sebagai upaya untuk membangkitkan kembali PPP yang ada di Kukar.

Pasalnya, selama ini PAC hanya muncul pada saat ada Pemilihan Legislatif (Pileg), Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) maupun Pemilihan Umum (Pemilu) saja.

“Jadi sekarang sesuai instruksi dan AD/ART partai harus ada PAC,” ungkapnya.

Dia menambahkan, berdasarkan atensi dari DPP dan DPW, di mana PAC saat ini harus memiliki anggota yang memang jelas, dan tidak hanya nama di atas kertas saja.

Bahkan, dalam Musancab kali ini, pihaknya membentuk formatur yang terdiri dari perwakilan DPW satu orang, DPC satu orang dan PAC tiga orang.

“Nah, nanti kita akan masukkan PAC lama sambil ditanyakan apakah layak masuk dalam SK,” tuturnya.

Dia berharap, PAC yang terbentuk nanti dapat berjuang dan membangun partai lebih baik lagi. Yang mana, pada Pileg 2024 mendatang, PPP Kukar memiliki target enam kursi di DPRD Kukar.

“Paling tidak satu dapil satu kursi. Tapi kalau sekarang ini masih satu kursi saja kita di DPRD Kukar,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris DPW PPP Kaltim, Leny Marlina menjelaskan, untuk PPP Kukar belakangan ini memang mengalami penurunan suara dan kaderisasi.

Hal tersebut terlihat pada Pileg lalu yang hanya bisa mendapatkan satu kursi saja di DPRD Kukar.

Oleh karena itu, lanjut dia, secara nasional DPP meminta pengurus wilayah dan kabupaten/kota untuk melakukan Musancab yang diawasi langsung oleh DPP.

“Pada AD/ART ada terkait Munascab, PPP ini terlalu lama tidur, dimanjakan terlalu nyaman dengan tiga parpol dulu, akhirnya terlena tidak menyadari persaingan parpol saat ini luar biasa, belum lagi parpol baru yang tiba-tiba besar, ini juga merupakan tantangan,” tuturnya.

Dengan pengurus baru, kata dia, jangan hanya nama di atas kertas saja.

Sehingga sekarang, ketika ada SK kepengurusan baru, maka DPW akan bertemu secara langsung dan membuat pakta integritas dengan pengurus baru tersebut untuk siap dan memenangkan Pemilu 2024 mendatang.

“Jujur kita akui 2019 lalu, selain memang kita tergerus suara dengan partai baru, juga ada kejadian tidak diinginkan di tubuh PPP dan membuat down kader dan membuat hilang kepercayaan masyarakat. Yang kita perjuangkan sekarang ini, bagaimana mengembalikan kepercayaan masyarakat ke PPP,” jelasnya.

Dia berharap, kader pengurus dan seluruh anggota partai bahu-membahu dan kerja sama untuk saling menguatkan untuk memenangkan Pemilu 2024 mendatang.

“Kalau PPP menyadari posisinya dengan partai lainnya, kami hanya minta satu dapil satu kursi saja. Target awal kami begitu, tapi kalau lebih itu bonus. Karena apabila ada anggota DPRD tidak kerepotan mengurus partai,” paparnya. (*)

Sumber tribunnews.com