Bang Rusman – Anggota DPRD Provinsi Kaltim Rusman Ya’qub menyebut program yang ada di Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) atau BPJS Ketenagakerjaan merupakan program dahsyat, karena memberikan perlindungan mulai kecelakaan hingga kematian.

“Menurut saya, program ini dahsyat sekali karena selain ada jaminan kecelakaan kerja, hari tua, pensiunan juga sampai ada beasiswa bagi anak yang orang tuanya meninggal ketika menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Rusman di Samarinda, Kamis.

Sebelumnya, saat dialog interaktif di salah satu radio di Samarinda bersama Kepala Cabang BPJamsostek Samarinda Agus Dwi Fitriyanto, Rusman mengatakan, kelak pihaknya tidak lagi mendengar ada anak yang putus sekolah karena tidak memiliki biaya akibat orang tuanya meninggal.

Hal ini terjadi karena BPJS Ketenagakerjaan memberikan jaminan biaya pendidikan berupa beasiswa pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.

Ia mengaku sebelumnya tidak mengetahui adanya program tersebut, sehingga ia bersyukur telah menjadi salah seorang narasumber bersama BPJS Ketenagakerjaan Samarinda, dalam dialog interaktif di radio swasta di Samarinda, beberapa hari lalu.

Saat dialog tersebut, Agus Dwi menjelaskan, manfaat berupa yang diberikan kepada ahli waris ketika peserta BPJS Ketenagakerjaan aktif meninggal, yakni santunan sekaligus Rp20 juta, santunan berkala selama 24 bulan sebesar Rp12 juta, dan biaya pemakaman Rp10 juta, sehingga total manfaat Rp42 juta.

“Satu lagi yang luar biasa, yakni undang-undang memerintahkan pada kami untuk menyekolahkan putra-putri peserta BPJamsostek dari TK sampai kuliah dengan beasiswa diberikan per tahun. Mengapa diberikan per tahun, karena untuk memastikan bahwa anak tersebut tidak putus pendidikannya,” ujar Agus.

Beasiswa tersebut diberikan bagi anak peserta yang meninggal, yakni untuk jenjang TK sampai SD/sederajat sebesar Rp1,5 juta per orang per tahun, maksimal delapan tahun dengan klaim dilakukan per tahun.

Jenjang SMP/sederajat sebesar Rp2 juta per orang per tahun, maksimal tiga tahun, SMA/sederajat sebesar Rp3 juta per orang per tahun, maksimal tiga tahun, dan pendidikan tinggi maksimal S1 atau pelatihan sebesar Rp12 juta per orang per tahun, maksimal lima tahun.

Bagi anak dari peserta yang belum memasuki usia sekolah sampai dengan sekolah di tingkat dasar saat peserta meninggal, maka beasiswa diberikan saat anak memasuki usia sekolah. Beasiswa berakhir ketika anak peserta mencapai usia 23 tahun atau menikah atau bekerja.

“Terdapat empat program jaminan sosial di BPJS Ketenagakerjaan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP),” kata Agus.

Sumber antaranews.com