Teknologi digital merupakan sebuah transisi dari operasi yang sudah tidak lagi dilakukan dengan menggunakan tenaga manusai, melainkan cenderung kea rah system operasi yang tentunya sudah serba otomatis dan canggih dengan dukungan dari system computer terkini.

Pesatnya perkembangan teknologi digital ini pun ditandai dengan hadirnya sejumlah alat komunikasi berbeda yang bisa digunakan bagi siapa saja untuk melakukan proses, produksi, bahkan mengirim dan menerima dalam bentuk apapun.
Komunikasi pesan pun bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja tanpa ada batasan ruang dan waktu, sehingga akan mendorong tumbuhnya perkembangan di sector media yang merupakan bagian dari komponen komunikasi.

Ekonomi Islam atau Ekonomi Syariah merupakan sebuah pemikiran ekonomi yang hingga kini dipandang sebagai sebuah alternative atas pemikiran ekonomi yang telah berkembang pesat di seluruh dunia dalam 10 tahun terakhir ini.

Ekonomi syariah pun sudah mulai merambah ke banyak Negara di dunia. Negara-negara ini tidak semuanya merupakan Negara yang mayoritas penduduknya adalah muslim, namun sebagian juga merupakan Negara dengan mayoritas penduduk non-muslim.

Berdasarkan sensus yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik menjelaskan bahwa jumlah penduduk muslim yang ada di Indonesia berada pada kisaran 87 persen atau sekitar 207 juta penduduk. Jumlah yang cukup besar ini harus bisa dimanfaatkan, karena di zaman yang serba modern seperti saat ini semua orang pun bisa mengakses apapun dengan mudah menggunakan berbagai macam teknologi sebagai dampak dari kemajuan teknologi digital itu sendiri.

Aspek Penting dalam Digitalisasi Ekonomi Islam atau Ekonomi Syariah

Dalam perekonomian syariah yang telah digitalisasi seperti saat ini tentunya akan memungkinkan segala sesuatunya terjadi dalam bentuk dunia maya atau bisnis virtual. Bisnis virtual ini diantaranya adalah e-banking, e-commerce, e-learning, e-payment, e-marketing, dan lain sebagainya.

1. Pengetahuan

Pengetahuan akan sumber daya manusia merupakan suatu hal penting yang perlu diperhatikan dalam kelangsungan suatu perusahaan atau pihak agensi. Kemajuan dari teknologi ini memungkinkan dikembangkannya berbagai produk kecerdasan buatan yang pada dasarnya bisa membantu manajemen dan karyawan perusahaan dalam meningkatkan ketrampilan.

2. Digitalisasi

Dalam era digitalisasi, informasi bisa dirubah dalam format digital “0” dan “1” dengan berbagai cara. Meskipun konsep yang digunakan pada awalnya tampak sederhana, namun keberadaaannya sendiri telah menghasilkan terobosan dan dampak bagi perubahan yang cukup besar dala dunia transaksi bisnis.

3. Virtualisasi

Virtualisasi memungkinkan seseorang untuk memulai sebuah bisnis dengan menggunakan perangkat elektronik agar bisa menjangkau semua calon pelanggannya yang berada di dunia maya.

4. Molekularisasi

Organisasi yang akan bertahan di era ekonomi digital seperti saat ini adalah mereka yang sudah berhasil menerapkan bentuk molekuler. Bentuk molekuler ini sendiri merupakan sebuah system perusahaan yang dapat dengan mudah beradaptasi dengan adanya perubahan dinamis pada lingkungan perusahaan.

5. Interkoneksi

Interkoneksi atau yang sering disebut dengan internetworking ini merupakan hal terpenting dalam bisnis yang bisa berjalan baik secara elektronik maupun konvensional melalui adanya tatap muka.

6. Disintermediasi

Salah satu ciri khas dari ekonomi digital adalah kecenderungan untuk mengurangi mediator atau broker sebagai perantara dalam bertransaksi yang terjadi antara provider dengan pelanggan.

7. Konvergensi

Kovergensi merupakan kunci sukses dalam berbisnis internet yang terletak pada kapasitas dan kualitas perusahaan untuk dalam mempertemukan tiga sector industry sekaligus, yakni computer, komunikasi, dan konten.

Inilah beberapa hal yang perlu Anda ketahui terkait dengan Ekonomi Syariah yang berkembang di era digitalisasi. (yuli)