Bang Rusman – Dunia pendidikan dalam perjalanannya hingga zaman modern ini masih rentan dengan kasus pelecehan seksual. Seperti halnya seorang mahasiswi yang menjadi korban nafsu oknum Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul).

Komisi IV DPRD Kaltim meminta pada universitas atau pun institut khususnya di Kaltim agar memiliki standar operasi prosedur (SOP),terhadap risiko terkena pelecehan seksual baik sesama mahasiswa maupun dengan dosen.

Upaya tersebut tentu dilakukan untuk mensterilkan dunia kampus dari praktik pelecehan seksual termasuk di satuan pendidikan supaya desain konstruksi bangunan atau lokasi bangunannya tidak memberikan ruang kosong yang memungkinkan terjadi.

“Jadi yang penting dunia kampus itu steril, makanya kita dorong agar universitas memiliki pola untuk menghindari terjadinya praktik pelecehan,” ucap anggota Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub di Sekretariat DPRD Kaltim, Rabu (11/5/2022) lalu.

Begitu juga dengan kepala sekolah dan guru yang kalau ada ruang yang mengkhawatirkan, maka diminta segera diberikan penerangan yang memadai.

Karena ironisnya, kalau dunia pendidikan justru rentan dengan kasus terjadinya peristiwa demikian. Maka dari itu, sambung Rusman, penegakan hukum ke depan mestinya harus lebih terbuka, transparan dan ditindaklanjuti secara serius tanpa kompromi.

“Sudah terbit juga UU Pelecehan Kekerasan Seksual (PKS). Itu maka kita dorong juga segera ada Peraturan Daerah (Perda) terkait itu untuk implementasi dari UU PKS tersebut,” katanya.

Sumber narasi.co