Bang Rusman –  Keberadaan pendidikan vokasi di Kalimantan Timur (Kaltim) masih memerlukan peningkatan kualitas, baik dari segi kualitas tenaga pendidik maupun kualitas lulusannya.

Upaya untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan vokasi di Kaltim pun terus dilakukan, termasuk oleh legislator DPRD Kaltim.

Menurut anggota Komisi IV yang juga Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub, sejak 2021, Komisi IV DPRD Kaltim bersama Pemprov Kaltim, terus melakukan pembenahan terhadap pendidikan vokasi.

“Kami terus mendorong pendidikan vokasi di Kaltim semakin melesat maju dan menjadi prioritas atau menjadi unggulan di dalam mengisi formasi pembangunan Kaltim ke depan,” ujar Rusman Ya’qub, saat menghadiri kegiatan Geliat Wirausaha Muda Pelajar SMK Medika Samarinda, Kamis malam, 19 Januari 2023.

Selain itu, politikus PPP ini berharap pendidikan vokasi di Kaltim harus mampu menjawab sejumlah tantangan di masa yang akan datang.

Antara lain, tantangan yang datang dari dunia industri. Selama ini, menurut Rusman Ya’qub, kerap terdengar nada pesimis dari dunia industri terkait lulusan pendidikan vokasi di Kaltim, seperti lulusan sekolah menengah kejuruan atau SMK.

“Ke depan lulusan SMK tidak lagi hanya sekadar berbekal ijazah kelulusan dari satuan pendidikan. Begitu selesai sekolah juga akan membawa sertifikasi keahlian. Begitu lulus, bisa menjadi bagian dari dunia industri. Kita perlu akselerasikan dan terhubung ke dunia inustri,” ujar Rusman Yaqub.

Tantangan lainnya adalah peluang sekaligus tantangan dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara di Kaltim. Rusman Ya’qub menegaskan, peluang dan tantangan kehadiran IKN itu harus terjawab oleh dunia pendidikan vokasi di Kaltim.

“Sehingga pendidikan vokasi di Kaltim bisa menjawab tantangan kehadiran IKN,” ujar Rusman Ya’qub.

Dalam uraiannya, Rusman Ya’qub menyatakan bahwa sejak tahun 2021 hingga tahun 2022, baik DPRD maupun Pemprov Kaltim, terus melakukan upaya percepatan pengembangan pendidikan vokasi di Kaltim.

Antara lain, dengan upgrade guru assesor sekolah vokasi yang ada di Kaltim.

“Sejak 2022 lalu kita mengupgrade dan membentuk guru assesor sebanyak 400 lebih. Dan 2023 kita akan mengembangkan lebih banyak lagi. Tidak hanya guru sekolah negeri, sekolah swasta juga akan dilakukan supaya guru bidang vokasi menjadi assesor dan mendapatkan sertifikasi dari Badan Sertifikasi Nasional,” ujar Rusman Ya’qub.

Langkah lainnya adalah mendorong perguruan tinggi atau lembaga pendidikan tinggi agar menjadi lembaga sertifikasi profesi atau LSP seperti Polnes Samarinda.

“Sampai hari ini dari 300 sekian jumlah SMK yang dimiliki Kaltim, LSP baaru 13 dan mulai ditingkatkan hingga 50 LSP,” ujar Rusman Yaqub.

Dengan optimisme, Rusman Ya’qub menyatakan tidak ingin mendengar adanya penolakan maupun ketidaklulusan anak-anak Kaltim khususnya lulusan pendidikan vokasi dari pihak perusahaan.

Karena itu, DPRD Kaltim juga akan meminta kepada Gubernur Kaltim agar menjadi pelopor untuk mendorong perusahaan supaya bisa bekerja sama dengan satuan vokasi di Kaltim. Tujuannya demi menyerap lulusan pendidikan vokasi di Kaltim bisa masuk ke dunia industri.

“Ke depan tidak ada lagi kalimat dari perusahaan manapun di Kaltim bahwa anak-anak Kaltim sulit bersaing di dunia industri hanya karena dianggap mentalnya tidak siap bersaing dengan yang lain. Maka kita harus bentuk karakter siswa menjadi petarung sejati dalam persaingan ke depan,” ujar Rusman Ya’qub.

Sumber kliksamarinda.com