Bang Rusman – Setelah sempat melalui skors, akhirnya penetapan reshuffle alat kelengkapan dewan (AKD) DPRD Kaltim tahun 2022 ditetapkan melalui rapat Paripurna DPRD Kaltim ke-8, di ruang rapat Gedung D lantai 6 pada Selasa 8 Maret 2022.

Dari penetapan AKD DPRD Kaltim ini, yakni :

Komisi I
Ketua : Baharuddin Demmu (Fraksi PAN)
Wakil Ketua : Yusuf Mustofa (Fraksi Golkar)

Komisi II
Ketua : Nidya Listiono (Fraksi Golkar)
Wakil Ketua : Baharuddin Muin (Fraksi Gerindra)
Sekretaris : M Nasiruddin ( Fraksi PAN)

Komisi III
Ketua: Veridiana Huraq Wang (Fraksi PDI Perjuangan)
Wakil Ketua: Syafruddin (Fraksi PKB)
Sekretaris: Sarkowi V Zahry (Fraksi Golkar)

Komisi IV
Ketua: Reza Pachlevi (Fraksi Gerindra)
Wakil Ketua : Puji Setyowati (Fraksi Demokrat-NasDem)
Sekretaris : Eddy Sunardi (Fraksi PDI Perjuangan)

Badan Kehormatan
Ketua: Sutomo Jabir (Fraksi PKB)
Wakil Ketua: Harun Al Rasyid (Fraksi PKS)

Badan Pembentukan Peraturan Daerah
Ketua: Rusman Ya’qub (Fraksi PPP)
Wakil Ketua: Salehuddin (Fraksi Golkar)

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun mengatakan, adalah suatu hal yang biasa dalam rapat Paripurna DPRD Kaltim terjadi perbedaan pendapat maupun saling lempar interupsi, bahkan seperti yang terjadi saat penetapan AKD DPRD Kaltim hari ini.

“Itulah demokrasi, kita harus mendengarkan semuanya, saling memahami. Memang seperti terkesan alot, tapi Alhamdulillah ada keputusan dan itu bagus. Sudah memenuhi kriteria dan syarat sudah sesuai mekanisme,” terangnya ditemui disela-sela rapat bersama TAPD Pemprov Kaltim di Gedung E lantai 1 Kantor DPRD Kaltim, Selasa sore 8 Maret 2022.

Menurutnya, keterlambatan fraksi Golkar memberikan laporan nama-nama anggotanya dalam list reshuffle AKD DPRD Kaltim terjadi karena masih harus menunggu persetujuan dari partai.

“Dari fraksi lain menghargai, walaupun memakan waktu cukup lama. Tapi bentuk penghargaan dan demi menjunjung asas kebersamaan, maka kita tunggu dengan toleransi waktu yang sudah ditetapkan dan itu sudah disepakati semua,” katanya.

Disinggung mengenai kabar yang menyebut reshuffle AKD DPRD Kaltim ini hanya dilakukan untuk masa 3 bulan ke depan, Samsun membantah hal tersebut.

“Kalau proses pergantian AKD sesuai tatib 2,5 tahun. Kalau terkait penempatan, monggo fraksi yang mengajukan,” terangnya.

Dengan ditetapkannya AKD DPRD Kaltim yang baru hari ini, Samsun berharap akan muncul semangat baru yang lebih segar.

“Pergantian ini anggaplah sebagai penyegaran. Artinya pergantian baru, AKD baru, semangat baru karena itu akan lebih bagus, lebih fresh. Harapannya begitu, tentu juga kinerja lebih bagus, efektif sehingga hasilnya lebih maksimal,” tutupnya.

Sumber headlinekaltim.co