Bang Rusman – Sudah 17 tahun, Program Studi Strata 1 Pemerintahan Integratif (Prodi S1 PIN), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, berkiprah di Universitas Mulawarman. Program tersebut dilaporkan sukses mengantarkan kaula muda ke birokrat pemerintahan. Meski demikian, Prodi PIN diingatkan lebih aktif dan inovatif untuk menghadapi tuntutan zaman yang semakin berkembang.

Sabtu malam, 18 Desember 2021, malam puncak peringatan hari jadi Prodi PIN ke-17 diadakan di Convention Hall Sempaja, Samarinda Utara. Dalam acara yang dihadiri Wakil Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso, ini diisi dengan pelantikan DPP Ikatan Alumni PIN Kaltim-Kaltara periode 2021-2024. Mereka dilantik oleh Wakil Ketua III IKA Unmul Bidang Keanggotaan, Kaderisasi, dan Organisasi, Unmul, Rusman Yaqub.

Ketua panitia kegiatan tersebut, Andi Tawakal Auve, mengatakan, rangkaian acara ini sudah dimulai sejak September 2021. Sedikitnya, ada 17 kegiatan diadakan untuk memperingati hari lahir PIN. Di antaranya lomba stand up komedi, podcast, tari, short movie, fotografi, hingga e-sport.

Ketua Prodi S1 PIN, Unmul, Budiman, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan alumni karena berkat dukungannya, PIN Unmul mampu bertahan sampai hari ini. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada para orangtua mahasiswa yang mempercayakan anak-anak mereka mengenyam pendidikan di PIN Unmul.

“Usia 17 tahun bukan usia yang pendek. Ini adalah prestasi yang luar biasa bagi PIN Unmul,” kata Budiman. Ia menyebut, saat ini PIN Unmul memiliki 205 mahasiswa aktif dari angkatan 15, 16, dan 17. Program S1 PIN diresmikan pada 18 September 2004. Pembentukannya sesuai surat keputusan Rektor Unmul Bernomor 250A/OT/2004.

Rusman Yaqub menambahkan, ada tiga unsur yang membuat keberhasilan dan keterkenalan sebuah universitas. Keiga unsur yakni mahasiswa, civitas akademik, dan alumni. Unsur mahasiswa adalah soal inovasi dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar di kelas, termasuk di kegiatan ekstra kampus. Unsur citivas akademik yaitu tuntuan para dosen PIN Unmul tampil di luar kampus seperti menjadi analis kebijakan di legislatif maupun yudikatif.

Sedangkan unsur alumni adalah tentang perubahan. Lulusan PIN Unmul harus memberikan perubahan yang positif ketika ditempatkan menjadi pamong desa, kecamatan, atau kabupaten dan kota. Para mahasiswa PIN Unmul juga diminta berinovasi dan melahirkan gagasan-gagasan baru. Termasuk menguasai digitalisasi. Hal ini dilakukan, terang Rusman, karena tantangan dunia pemerintahan semakin kompleks.

“S1 PIN harus menjadi motor layanan pemerintahan karena ke depan, masyarakat yang sudah melek teknologi akan menuntut pelayanan cepat, tepat, dan murah. Apalagi, ibu kota negara (di Kaltim) sudah di depan mata,” terang Wakil Ketua III IKA Unmul.

Ketua DPP Ikatan Alumni PIN Kaltim-Kaltara, Fransiskus Xaverius Sumardi, menyebut, saat ini alumni S1 PIN Unmul berjumlah 638 orang. Dari jumlah tersebut, 70 persen di antaranya telah menjadi aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN di lembaga pemerintah yang tersebar di Kaltim dan Kaltara. Sisanya ada yang masuk perbankan dan beberapa sektor yang lain.

“Kami mengarahkan alumni S1 PIN Unmul menjadi pendamping program strategis nasional seperti mengawal dana desa yang merupakan program strategis nasional di pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin,” sebut FX Sumardi.

Saat memberikan sambutan, Rusmadi Wongso, mengaku bangga terhadap eksentasi PIN Unmul. Para alumninya disebut banyak bergabung di birokrat pemerintahan. Ia berharap, Prodi PIN bisa menumbuhkan rasa kebangsaan dan nasionalisme kepada para mahasiswa untuk menciptakan pamong yang kuat. Mengingat, tuntutan semakin banyak karena kemajuan informasi dan teknologi. Jika tidak, upaya mewujudkan bangsa yang sejahtera, adil, dan makmur, semakin sulit.

“Tidak mudah mewujudkan pemerintahan yang profesional dan melayani. Tetapi, saya yakin, S1 PIN Unmul mampu melahirkan para pamong yang mampu melayani,” tutup Wawali Samarinda.

Sumber kaltimkece.id