Bahkan harga di pasaran yang harganya kisaran Rp 100 sampai 500 ribu menjadi hampir Rp 2 juta untuk satu unit regulator.

Atas laporan warga tersebut Komisi IV DPRD Kaltim memberikan komentar.

Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Ya’qub ketika dikonfirmasi Tribunkaltim.co, Minggu (25/7/2021) mengatakan, pihaknya meminta pemerintah segera bertindak cepat.

Ia meminta kepada dinas terkait untuk segera melakukan sidak di beberapa toko ataupun apotek yang ada di Kaltim.

Menurutnya, hal tersebut sangat tidak masuk akal.

Di mana adanya pedagang nakal mencoba menggunakan kesempatan di tengah pandemi Covid-19 ini mencari keuntungan berkali lipat.

“Sudah koordinasikan agar Pemprov melakukan razia di tempat atau toko-toko penyedia alkes agar tidak melakukan penimbunan dan menaikkan harga di luar ketentuan,” ucapnya.

Ia pun ingin sekali memanggil Dinas Kesehatan ataupun Dinas Perindagkop Kaltim terkait masalah ini.

Hanya saja selama PPKM kegiatan tersebut tidak dapat dilakukan karena saat ini seluruh kegiatan kedewanan dilakukan di rumah (Work From Home).

Sebelumnya, salah satu warga mengunggah postingan harga regulator di media sosial
.

Unggahan dengan nama akun Nhazar memposting harga regulator yang dibeli temannya.

Ia pun mengunggah harga regulator dari struk yang dibeli.

Harga regulator mencapai Rp 1.850.000. Sedangkan ia mengecek harga di toko online hanya Rp 195 sampai 490 ribu.

Sumber kaltim.tribunnews.com